7 Kesalahan Fatal Saat Menulis Cover Letter yang Sering Diabaikan
Cover letter adalah pintu masuk pertama. Pastikan Anda tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang bisa membuat lamaran Anda diabaikan.
Cover letter atau surat lamaran kerja seringkali menjadi penentu apakah CV Anda akan dibaca atau tidak oleh HRD. Namun, masih banyak pencari kerja yang menyepelekan bagian ini.
Kesalahan yang Sering Terjadi:
1. Menggunakan Template Copas: Menulis cover letter yang terlalu umum tanpa penyesuaian untuk perusahaan yang dilamar. HRD bisa membedakan template dengan mudah.
2. Terlalu Panjang: Cover letter idealnya tidak lebih dari satu halaman (sekitar 3-4 paragraf). Jangan menceritakan seluruh hidup Anda di sini.
3. Mengulang Isi CV: Cover letter bukan ringkasan CV, melainkan narasi yang menceritakan mengapa pengalaman Anda relevan dengan posisi tersebut.
4. Salah Tulis Nama Perusahaan: Kesalahan ini sangat fatal dan menunjukkan ketidaktelitian Anda.
5. Terlalu Fokus pada Diri Sendiri: Jangan hanya membahas apa yang Anda inginkan dari perusahaan, tapi jelaskan apa kontribusi yang bisa Anda berikan untuk memajukan perusahaan.
6. Tidak Menyertakan Call to Action (CTA): Tutup surat lamaran dengan kalimat yang meyakinkan, seperti "Saya sangat berharap bisa mendiskusikan lebih lanjut bagaimana saya bisa berkontribusi untuk tim Anda."
7. Lupa Mengecek Typo: Selalu baca ulang surat lamaran Anda sebelum dikirim. Kesalahan kecil bisa berakibat besar.
Mulailah menyusun cover letter yang otentik dan disesuaikan dengan posisi pekerjaan yang Anda impikan!
Bagikan Artikel Ini